Sabtu, 09 Februari 2013

Wow Kacamata canggih yang membantu mengatasi orang yang buta warna

Orang
yang mengalami
buta warna kerap
menemui
kesulitan. Selain
bingung saat
memilah-milah
baju yang sesuai,
orang buta warna
juga sering ditolak
saat mengikuti
seleksi tertentu,
misalnya seleksi
perguruan tinggi
atau militer. Kini
tak perlu
khawatir,
ilmuwan sudah
membuat
kacamata khusus
untuk
mengatasinya.
Pembuat
kacamata ini
adalah
laboratorium
bernama 2AI Labs.
Untuk
menemukan
kacamata ini,
ilmuwan
membutuhkan
penelitian selama
waktu 2 tahun.
Sang penemu,
Mark Changizi,
menjelaskan
bahwa
kebanyakan
mamalia memiliki
2 dimensi warna,
yaitu kecerahan
atau abu-abu
serta dimensi
kuning biru.
Tapi beberapa
primata, termasuk
manusia, memiliki
dimensi ketiga,
yaitu merah hijau.
Dimensi ketiga ini
berguna untuk
membantu
menemukan buah
di hutan. Changizi
meragukan teori
ini karena primata
memiliki makanan
yang sangat
berbeda.
Dia percaya
bahwa dimensi
ketiga
dikembangkan
untuk merasakan
sinyal emosi,
seperti wajah
yang memerah
ketika marah.
Nyatanya primata
memiliki beberapa
bagian di
tubuhnya yang
menunjukkan
variasi warna
hijau dan merah.
Changzi
menemukan
bahwa
penglihatan
merah hijau pada
primata sensitif
terhadap tingkat
oksigenasi dalam
darah. Ia lantas
menciptakan
kacamata yang
dapat melihat
aliran darah di
bawah kulit.
Belakangan ia
menyadari bahwa
kacamata
ciptaannya bisa
digunakan juga
untuk membantu
penderita buta
warna.
Saat kacamata ini
diuji pada individu
buta warna,
ternyata individu
tersebut berhasil
lulus tes buta
warna. Seperti
dilansir Telegraph,
Jumat (8/2/2013),
2AI Labs juga
mengembangkan
2 jenis lensa lain
yang digunakan
untuk tujuan
medis. Kelainan
buta warna
diperkirakan
dimiliki oleh 10
persen pria dan
sebagian kecil
wanita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar